Sunday, May 31, 2015

MY HEART SPEAKS



LEAVE OUR LOVE BEHIND

When two hearts are in love, being apart is hell for them. They just want to be together forever and never be apart from each other. Every moment is valuable. If possible, they want to live in a place where they can share their secrets forever.

This is the same with us. We surely LOVE to live in SINS. At the first, we will feel some guilt when we commit a sin, but as time flies, when we have reached the peak of sins, we will feel no guilt at all. We are drowned in the sea of sins until we are able to breathe comfortably in it.
How does it feel while committing sins? Does it feel good? It feels good, right? We feel good because our desires like sins. But do you realize that sins invite wraths from Allah? Committing sins is like suddenly pouring oil onto your own body and starting a fire. Your body will be on FIRE! Your body will burn like hell. The fire devours your skin and exposes your bones. It hurts, doesn’t it?

The impact of sins, in the form of Allah’s wraths is more severe than the worst burns we might suffer. The burns hurt, yes, but this is only the heat on earth. What about the heat that comes from the wrath of the Al-Mighty Allah, in hell?

If this love is a SIN or a collection of several SINS, you MUST get rid of it if you want to enter Jannah. You should leave your most passionate “LOVE” behind, because this particular love acts as a Hijab or barrier for the light of hidayah from cherishing your heart.

Everyone wants to enter Jannah, but not everyone understands that Jannah can only be entered under strict terms and conditions. 

Only those who meet the requirements stated in the terms and conditions set by Allah are choosen, as mentioned by Sheikh Waki. 

We need Allah’s blessing because our good deeds are never enough to buy Jannah for us. No matter how much good deed we think we have delivered, it is still never enough to secure a place in Jannah

Therefore, all of us do need Allah’s blessings in order to get His heaven. Thus, it is a must that we drop our “LOVE” and never accommodate it again, ever, in our life. 


x

AWOP-AWOP !!




Aku, kau dan kita adalah satu. Kita bertemu tanpa dirancang tetapi sudah suratan Ilahi untuk ketemukan kita semua. Mengenali kalian adalah satu anugerah untuk aku kerana kali pertama aku diberi peluang untuk menikmati indahnya suatu persahabatan itu.

Persahabatan kita yang terikat selama hampir 4 tahun telah mencipta terlalu banyak kenangan untuk kita. Susah, senang, suka dan duka kita hadapi bersama. Saat aku terjatuh kamu yang bangunkan aku dan saat kamu terjatuh aku bangunkan.

Antara kita tiada satu pun rahsia yang disembunyikan, semuanya kita akan kongsi bersama. Kata orang ‘sharing is caring’, kan? Inilah bukti betapa mesra dan dekatnya hati dan jiwa kita bersatu sehingga semua cerita antara kita, kita tahu.
 
Pahit manis kita rasai bersama membuatkan kita semakin hari semakin kuat bersatu dan semakin matang walaupun kita sama-sama tahu yang kita semua happy-go-lucky. Haha..  Apa yang lebih menyeronokkan lagi apabila kita sedar yang muka kita semua hampir-hampir sama dan kadang tuu ada orang ingat yang kita sumua kembar. Hehe.. kan? Sebab tuu kita kawan kan?

And more thing, apa yang kita lalui pun adalah satu something yang sama. Aku pernah kecewa , kau pun pernah kecewa, aku pernah rasa bagaimana sakitnya bila mengharapakan sesuatu pada yang tak sudi dan kau pun sama pernah merasai sakit tuu.. Apa pun yang terjadi dan kita lalui hidup kita tetap bahagia sebab aku ada kalian dan kalian ada aku.




Dimana ada aku disitu ada kalian dan dimana ada kalian disitu ada aku. Walaupun dulu kita berenam tapi sekarang hanya tinggal berempat but it’s okay sebab kita masih bersatu. Kita masih melengkapi dan memerlukan antara satu sama lain. Betapa rindunya perasaan ini untuk seperti dulu tapi apakan daya untuk aku mengulangi cerita semalam hanya sudah menjadi kenangan dan sejarah untuk hidup kita semua.



Hanya satu yang aku harapkan, aku mohon agar persahabatan kita tidak akan pernah putus until Jannah.

L0ve you epek-epek!








Friday, May 29, 2015

AGAR CINTAMU BERCAHAYA !


Menurut Ibn Qayyim Al-Jawzi, terdapat 10 perkara menyampaikanmu pada cinta-Nya.

1 MEMBACA AL-QURAN DAN MENELITI MAKSUDNYA

2 SOLAT-SOLAT SUNAT

3 MELAZIMI ZIKIR DAN SENTIASA MENGINGATINYA

4 MENGKAJI MAKSUD NAMA-NAMA-NYA

5 MENGHITUNG NIKMAT-NIKMAT-NYA

6 BERSENDIRIAN BERMUNAJAT KEPADA-NYA
DI HENING MALAM

7 BERSAHABAT DENGAN ORANG-ORANG YANG MENCINTAI-NYA

8 MENJAUHI DOSA KERANA IA MENGHIJAB
DARI CINTA-NYA

9 MENDAHULUKAN CINTA ALLAH DARIPADA SELAINNYADALAM APA JUA KEADAAN

10 MELATIH HATI SENSETIF DI HADAPAN-NYA

‘ Dan orang-orang yang berusaha bersungguh-sungguh mencari keredhaan Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami…’
(Al-Ankabut (29) : (69)

Tuesday, May 26, 2015

BIARKAN SEMALAM BERLALU



Lihatlah di sekeliling kita, segalanya tumbuh, membesar dan bergerak ke hadapan. Angin yang menghembus, sungai yang mengalir tidak pernah melawan arah melainkan sentiasa ke depan. Pohon-pohon juga terus membesar dan meninggi kecuali sebahagian darinya yang menemui kematian.

Ya, di sebalik pergerakan, pertumbuhan dan pertambahan itu adalah kematian sedangkan kehidupan itu sentiasa bergerak, tumbuh, membesar dan meninggi. Begitu juga dengan umur kita, semakin hari semakin bertambah bukan semakin berkurangan walaupun kita kumpulkan segala penyesalan dan tangisan.

Biarkan semalam berlalu dengan segala kenangannya, sama ada pahit ataupun manis. Biarkan matahari semalam terbenam dengan penuh kerelaan dan biarkan malam menyelimutinya dengan kegelapan supaya kita benar-benar menikmati keindahan pagi.






Katakan kepada kenangan pahit : “ engkau kini telah menjadi sebahagian dari masa silam ku dan aku tidak lagi akan menangisi mu dan membiarkan diriku terbelit dengan segala keresahan yang ada bersamamu, aku ingin menikmati keindahan pagi bersama fajar dan harapan baru. “

Katakan pula kepada kenangan manis : engkau bukan lagi milik ku, saat-saat kegembiraan kita telah berlalu dan aku sedang berdepan dengan saat yang lebih berharga dari diri mu iaitu saat-saat yang masih aku miliki untuk corakkan dengan harapan dan impian. “

Biarkan semalam berlalu kerana kita ingin menikmati hari ini yang sedang kita hadapi. Kita ingin menikmati keindahan pagi bersama seribu impian. Kita ingin menyemai benih harapan agar jiwa kita akan sentiasa segar dan mampu tersenyum melihat kehidupan. Kita ingin menanam pohon-pohon kebaikan sebanyak mungkin agar kita akan menuai buah-buah kebahagian apabila tiba waktunya nanti. 

Biarkan semalam terus berlalu kerana kita sedang menikmati saat-saat yang lebih bermakna untuk kita warnai dan kita corakkan, iaitu HARI INI, hari yang terbentang dan mataharinya bersinar dicelah gunung-gunung harapan.

Tidak mengapa untuk menyimpan kenangan tetapi sekadar hiasan yang menepati bahagian kecil dari kehidupan kita yang terbentang luas.

Letakkan kenangan manis kita di satu penjuru dan katakan padanya : “ tempat mu hanya di situ kerana aku ingin terus menerokai hari baru, sesekali kita boleh bercerita tetapi hanya untuk seketika. “

Letakkan kenangan pahit di satu penjuru yang lain dan katakannya :  terima kasih di atas semua pengajaran yang engkau ajarkan dan kini aku akan lakukan sesuatu yang benar dan lebih baik, aku ingin terus menatap matahari kehidupan ku sambil menyedut harapan baru dan engkau sedikit pun tidak berhak untuk mengurung jiwa ku. Biarkan aku bebas memilih kehidupan ku. "

Katakan pula pada hari esok : " engkau boleh terus menunggu kerana aku ingin menikmati hari ini sepuas ku. Pertemuan kita masih belum pasti, jadi aku ingin lakukan segalanya pada hari ini. Aku ingin melakukan amal yang terbaik dengan seikhlas hati ku seolah-olah kita tidak akan pernah bertemu. "